“Tanpamu aku galaaauuuuu” kata slogan sebuah commercial
break. Nah, mengacu pada kata “galau” dalam slogan tersebut, sepertinya sudah
sering di dengar dimana aja. Di jejaring sosial, status dari kebanyakan para pelaku
jejaring itu temanya GALAU semua, sampai- sampai di kala aku buka akun seperti
melihat drama di dalamnya hadeeewh. Berbagai macam keluhan yang bertema galau
menjadi topik hampir setiap harinya. Ada yang tingkat kegalauannya bisa di
vonis sebagai galau kronis. Cuma terkadang aku sering asik sendiri membaca
status-status galau gak jelas itu sambil ketawa-ketawa sendiri. Galau yang notabene-nya berupa pikiran yang
kacau emang gak jauh jauh dari kehidupan sehari-hari. Ada yang galau karena
inilah, itulah, begini dan begitulah. Ampuuuuun, emang sudah gak ada yang bisa
dipikirkan ya selain kegalauan itu.
Galau menurutku punya tingkatan, dari yang cuma gejala aja
sampai yang kronis sekalipun. Galau udah seperti semacam penyakit yang mendarah
daging pada orang-orang yang gak tau mana yang harus dia jalani dan dia pilih.
Baik, dimulai dari galau yang berupa gejala, ibaratnya kamu bingung untuk
memilih mau membeli yang mana. Ketika berada disebuah toko buku, dimana rencana
awalnya ingin membeli buku ilmu pengetahuan semacam rumus matematika, fisika,
sejarah, dsb sebagai pedoman belajar, eh malah berhenti disebuah rak yang menyimpan deretan novel dan komik.
Tergiur melihat cover depan yang dibuat seunik dan se-colorful mungkin demi menarik minat pembaca. Dengan asiknya kamu
bela-belain melihat satu persatu novel-novel dan komik itu, lah gimana dengan
rencana awal kamu yang ingin membeli buku ilmu pengetahuan? Jejeritan sendiri
karena tertarik sama ringkasan sinopsis novel yang terpampang di belakangnya,
yang dimana tema-temanya masalah percintaan remaja, menyangkut ke-galau-an
pula. Setelah itu jadi menimbang-nimbang, dengan tidak bijaksana malah
berpikiran “Ah, baca ini lebih seru, ntar buku pelajarannya foto copy punya
teman aja.” Koplak, tau begitu ngapain mesti bela-belain ke toko buku. Hal yang
serupa bisa terjadi juga kalau kamu sedang berada di pusat perbelanjaan yang
besar banget, atau istilah gaulnya nge-mall.
Secara, disana tersedia berbagai macam outlet-outlet mulai dari baju, sepatu,
tas, aksesoris yang ber-merk nama-nama
asing. Masuk ke outlet yang satu, ngeliatin itu baju-baju berwarna-warni dengan
berbagai macam model yang sebenarnya uda gak jelas apa itu bisa disebut sebagai
baju, robek sana-sini, kekurangan bahanlah, dsb. Tangan kiri comot model ini,
tangan kanan comot model yang lain, ketika mata kemudian melirik outlet
disebelah yang di jejeri tas-tas import, itu baju-baju di balikin lagi ke
tempat semula, hilang seketika hasrat untuk membeli baju, lalu milih-milih tas
yang juga modelnya bervariasi. Nyobain tas-tas itu sambil ngaca, entah modelnya
cangklongan lah, ransel lah, atau Cuma di tenteng pakai tangan. Lalu, melirik
ke toko di depannya, berjejer sepatu-sepatu, sepatu sandal dan sandal-sandal.
Dan hasrat ingin membeli taspun juga pudar. Beralih sekarang nyobain satu-satu
itu semua alas kaki. Yang paling buat aku terheran-heran, bahkan sandal jepit
pun punya merk, dan harganya hampir
sebanding dengan harga baju yang ber-merk,
gilaaa! Sandal jepit aja harganya selangit, buat dari sisa-sisa karet juga
bisa hahaha. Setelah lama dan sudah nyobain satu-persatu tiba-tiba niatan buat
beli juga hilang, efek kebanyakan nyoba item
satu persatu. Ngerasa bosen, lalu pulang. Kemudian sampai rumah baru nyadar
kalau hasil nge-mall tadi malah gak
ada, gak beli satu item pun. Karena
kegalauan tadi, bingung mau beli yang mana, kalau cuma beli baju, harus matching sama tas dan sepatunya dong,
tapi kalau beli semua dompetku malah muntah. Alhasil, gak dapet apa-apa dech!
Tapi untungnya galau ini cuma termasuk ke dalam kategori gejala, jadi masih
bisa disembuhkan. Caranya? Berpikir hematlah, daripada duit kalian habis buat
belanja barang yang sebenarnya gak terlalu penting which is kalian melakukannya hanya karena ingin mengikuti mode dan
terlebih lagi gengsi, mending duitnya ditabung aja. Trus, kalo belum kepikiran
pengen beli barang apa, mending gak usah nge-mall daripada ntar disana galau, bingung mau beli apaan.
Galau tingkat kronis, dimenangkan oleh kategori ‘gak bisa
ngelupain’, atau belum bisa move-on
karena tu bayangan sang mantan masih nari hula-hula di pikiran kamu. Well, sepertinya hal ini sudah jadi
masalah tergalau bagi para remaja baik cewek maupun cowok. Haha, semua yang
berkaitan dengan cinta memang bisa
menghasilkan kegalauan. Terlebih lagi karena makhluk ‘bekas’ yang diberi nama
mantan ini. Seorang mantan memiliki andil besar dalam gerak-gerik dan tingkah
laku kamu, terkadang seseorang yang belum bisa melupakan mantannya kemungkinan
akan berusaha untuk mencari sosok cowok/cewek idaman yang hampir atau mungkin
kalo bisa memang benar-benar mirip mantannya, entah itu cara berpakaian,
potongan rambut, parfum, hobi, sampai cara berjalan ato bahkan cara
bernafasnya?,,,oh my god, come on! Orang itu gak terlahir kembar seribu
ckckckck. Versi lainnya adalah ketika setiap orang yang memiliki kemiripan
dalam hal fisik ataupun kebiasaan pasti dikecengin ato paling gak dipantengin
trus tuh orang, hasil dari keinget mantan. Lalu, yang harus disalahkan disini
siapa? Sang mantan yang punya aura yang na’ujubillah sampai bisa buat mantannya
tetep aja terpesona walaupun uda gak bareng dia lagi atau mereka aja yang lebay
mengingat mantannya dan berpikiran kalau dunia mereka bakalan abis kalau gak
balikan lagi sama mantan mereka. Hello, trus bagaimana nasib mereka yang punya
hak untuk didekati namun tidak dilihat dan dibanding-bandingkan dengan sang
mantan. Sepertinya masalah galau karena ingat mengingat mantan ini sudah masuk
ke dalam masalah kriminal dalam area percintaan, mau curhat sama dewi amor,
sang dewi lagi sibuk terbang sambil manah di langit ketujuh wuehehehe. Mau
curhat sama Tuhan, takut dibilang lebay, makhluk Tuhan yang bernama cewek dan
cowok kan gak cuma satu cuy. Jadi, disini perlu dihimbaukan lagi buat
kalian-kalian dan mereka in place,
somewhere jangan bebani pikiranmu dengan masalah pemantanan ini, apalagi
menyia-nyiakan sebagian hidup kamu cuma untuk mengingat dan menyesali kisah
kasih gagalmu bersama mantan. Masih banyak lah cewek/cowok di luar sana yang sedang
menanti untuk dipungut, dipungut dengan kasih sayang kemudian dirawat dengan
cinta. Please, jangan melebaykan
hidup kalian, dan jangan pasung harapan serta mimpi kalian dengan kegalauan. Ini
nih yang namanya galau kronis, jarang bisa disembuhkan karena keteledoran dari
orang itu sendiri.