Apa
yang terlintas dalam pikiran kamu jika pertama kali mendengar kata “canggung”?
Kaku, malu-malu, agak janggal, kikuk, kekok, ah atau apapun itu yang jelas
canggung itu sangat sangat tidak enak, kalau aku ibaratkan lebih seperti perasaan
malu, tengsin, risih, selebihnya perasaan yang membuat kita pengen ngilang
seketika.
Banyak
versi canggung menurutku, bisa dalam segala hal. Nah, intinya bagaimana reaksi
gak enak dari canggung itu. Kasus yang pertama, canggung itu ketika kamu kepergok
sedang memandangi si ‘dia’ diam-diam, kebayangkan gimana perasaan kamu di saat
kamu lagi asik-asiknya mandangi wajahnya, cara berbicaranya, setiap gerak gerik
dan tingkah lakunya, cara dia tertawa dan bercanda dengan teman-temannya. Kamu
gak merasakan sama sekali kehadiran siapapun di samping kamu, selebihnya berasa
kayak di kuburan, sekitarmu sepi. Namun, tiba-tiba mata si ‘dia’ beradu dengan
mata kamu. Jedarrrr!!!! Seperti petir menyambar (yang belum merasakan, jangan
coba-coba ingin di sambar petir ya). Yah, ketahuan deh. Tengsin gila. Berasa
kayak ketindih gajah yang menderita obesitas. Yang lebih gak enaknya lagi,
ketika kamu berusaha terlihat sok cool dan
pura-pura gak tahu dengan seketika memalingkan pandangan. Padahal, malu akut
abis!!! Malunya ibarat seseorang yang awalnya punya reputasi dan nama baik,
tiba-tiba tercoreng hanya dengan sebuah pandangan diam-diam tadi. Malunya juga
bikin kita pengen kabur, menghilang saat itu juga.
Kasus
berikutnya, ketika kita shalat berjamaah. Syaf-syaf yang sangat rapat
mengharuskan kita duduk sangat berdekatan dengan jamaah lainnya. Nah, canggung
itu datang ketika rakaat terakhir, para jamaah mengucapkan salam. Pastinya, gak
semua jamaah memiliki gerakan yang sama dan tepat. Ketika kamu mengucapkan
salam pertama ke arah kanan, kemudian jamaah di sebelah kananmu malah sudah
duluan mengucapkan salam kedua dan menoleh ke arah kirinya. “Assalaaamualaiii…”
berhenti sejenak, mata kamu bertemu dengan matanya “…kum…”Terjadilah kontak
mata dengan jamaah tersebut. Saling pandang yang sangat membuat kamu jadi
risih. Lagi khusuk-khusuknya mengucapkan salam malah kekhusukan itu dirusak
sebuah kontak mata dengan orang yang tak dikenal. Pura-pura tetap khusuk
padahal kekhusukan itu sudah hancur pada saat pandangan pertama. Buseeeeet dah!
Kasus
berikutnya lagi, ketika kamu sedang berada dalam sebuah toko baju dengan
seorang teman, melihat-lihat beberapa pakaian dalam khusus wanita. Karena
terlalu serius melihat-lihat itu beberapa pakaian dalam (padahal gak ada niat
sedikitpun mau beli) kamu gak sadar kalau teman kamu sudah hilang dari
pandangan. Dengan lantangnya kemudian berbicara pada orang yang sebelah kamu (which is kamu mengira dia adalah teman
kamu) “Oh, ini ya yang namanya Lingerie
itu?” sambil menoleh. CI LUUK BAAA! Loh, kok teman kamu berubah jadi tua
begini? Hahahaha ternyata yang kamu ajak bicara adalah seorang Ibu paruh baya,
Ibu itu hanya tersenyum tapi entahlah apa yang berkecamuk dalam pikirannya,
yang jelas pihak yang dirugikan disini ya kamu sendiri, sudah lantang, nanyain Lingerie pula, coba bayangkan seandainya
Ibu tadi om-om, bapak-bapak, kakek-kakek, yah yang jelas berkelamin pria lah.
Kebayang gak? Kasus yang mirip seperti ini sama juga ketika kamu salah
menggandeng orang. Niat mau gandeng teman atau pacar malah gandeng teman atau
pacar orang. Jeleknya disini, kebanyakan orang yang kamu salah gandeng itu
malah diam aja, keasikan di gandeng kamu. Alamaaaak!!!
Last but not least. Canggung
itu ketika kamu yang seorang pengunjung malah di sangka seorang pelayan. Lagi
enak-enaknya duduk nungguin pesanan jadi, tiba-tiba ada yang nyablak “Mbak,
saya pesan mie ayam spesialnya dua ya.” “Mbak, tas yang ini berapa?” “Mbak yang
ukuran L ada gak?” “Mbak yang ini ada warna apa aja?” Anyeng, membuat kamu
memaki dalam hati “emang lu pikir tampang gue kayak pelayan apa” sambil
ngeliatin diri kamu sendiri from head to
toe. Dan sampai rumah, masih terus ngerasa aneh, bagaimana bisa kamu
dianggap seorang pelayan wuahahaha. Ingat, siapapun itu, yang duduk atau
berdiri di tempat biasanya para pelayan berdiri bukan berarti seorang pelayan,
walaupun terkadang penampilan selalu menipu, entah karena pakaian kamu yang
memang mirip pelayan bagi kebanyakan orang, hihihi.
Nah,
beberapa kasus diatas adalah peristiwa yang bisa buat canggung versi aku,
dimana sebagiannya adalah kejadian nyata atau biasa di namakan “based on true story”tapi bukan “inspiring story” loh. Beberapa kejadian
diatas lebih baik jangan ditiru, meski terkadang kejadian konyol seperti itu
bisa saja dialami siapapun, atau memang kamu dengan sengaja mencontoh
kelakuan-kelakuan diatas hanya untuk merasakan canggung. Haha, tapi lucu juga
kalo di bayangin, sensasi canggungnya itu loh yang gak bisa dijelaskan hanya
dengan kata-kata, eeaaaaaa.
No comments:
Post a Comment