March 28, 2012

Canggung itu. . .


Apa yang terlintas dalam pikiran kamu jika pertama kali mendengar kata “canggung”? Kaku, malu-malu, agak janggal, kikuk, kekok, ah atau apapun itu yang jelas canggung itu sangat sangat tidak enak, kalau aku ibaratkan lebih seperti perasaan malu, tengsin, risih, selebihnya perasaan yang membuat kita pengen ngilang seketika.
Banyak versi canggung menurutku, bisa dalam segala hal. Nah, intinya bagaimana reaksi gak enak dari canggung itu. Kasus yang pertama, canggung itu ketika kamu kepergok sedang memandangi si ‘dia’ diam-diam, kebayangkan gimana perasaan kamu di saat kamu lagi asik-asiknya mandangi wajahnya, cara berbicaranya, setiap gerak gerik dan tingkah lakunya, cara dia tertawa dan bercanda dengan teman-temannya. Kamu gak merasakan sama sekali kehadiran siapapun di samping kamu, selebihnya berasa kayak di kuburan, sekitarmu sepi. Namun, tiba-tiba mata si ‘dia’ beradu dengan mata kamu. Jedarrrr!!!! Seperti petir menyambar (yang belum merasakan, jangan coba-coba ingin di sambar petir ya). Yah, ketahuan deh. Tengsin gila. Berasa kayak ketindih gajah yang menderita obesitas. Yang lebih gak enaknya lagi, ketika kamu berusaha terlihat sok cool dan pura-pura gak tahu dengan seketika memalingkan pandangan. Padahal, malu akut abis!!! Malunya ibarat seseorang yang awalnya punya reputasi dan nama baik, tiba-tiba tercoreng hanya dengan sebuah pandangan diam-diam tadi. Malunya juga bikin kita pengen kabur, menghilang saat itu juga.
Kasus berikutnya, ketika kita shalat berjamaah. Syaf-syaf yang sangat rapat mengharuskan kita duduk sangat berdekatan dengan jamaah lainnya. Nah, canggung itu datang ketika rakaat terakhir, para jamaah mengucapkan salam. Pastinya, gak semua jamaah memiliki gerakan yang sama dan tepat. Ketika kamu mengucapkan salam pertama ke arah kanan, kemudian jamaah di sebelah kananmu malah sudah duluan mengucapkan salam kedua dan menoleh ke arah kirinya. “Assalaaamualaiii…” berhenti sejenak, mata kamu bertemu dengan matanya “…kum…”Terjadilah kontak mata dengan jamaah tersebut. Saling pandang yang sangat membuat kamu jadi risih. Lagi khusuk-khusuknya mengucapkan salam malah kekhusukan itu dirusak sebuah kontak mata dengan orang yang tak dikenal. Pura-pura tetap khusuk padahal kekhusukan itu sudah hancur pada saat pandangan pertama. Buseeeeet dah!
Kasus berikutnya lagi, ketika kamu sedang berada dalam sebuah toko baju dengan seorang teman, melihat-lihat beberapa pakaian dalam khusus wanita. Karena terlalu serius melihat-lihat itu beberapa pakaian dalam (padahal gak ada niat sedikitpun mau beli) kamu gak sadar kalau teman kamu sudah hilang dari pandangan. Dengan lantangnya kemudian berbicara pada orang yang sebelah kamu (which is kamu mengira dia adalah teman kamu) “Oh, ini ya yang namanya Lingerie itu?” sambil menoleh. CI LUUK BAAA! Loh, kok teman kamu berubah jadi tua begini? Hahahaha ternyata yang kamu ajak bicara adalah seorang Ibu paruh baya, Ibu itu hanya tersenyum tapi entahlah apa yang berkecamuk dalam pikirannya, yang jelas pihak yang dirugikan disini ya kamu sendiri, sudah lantang, nanyain Lingerie pula, coba bayangkan seandainya Ibu tadi om-om, bapak-bapak, kakek-kakek, yah yang jelas berkelamin pria lah. Kebayang gak? Kasus yang mirip seperti ini sama juga ketika kamu salah menggandeng orang. Niat mau gandeng teman atau pacar malah gandeng teman atau pacar orang. Jeleknya disini, kebanyakan orang yang kamu salah gandeng itu malah diam aja, keasikan di gandeng kamu. Alamaaaak!!!
Last but not least. Canggung itu ketika kamu yang seorang pengunjung malah di sangka seorang pelayan. Lagi enak-enaknya duduk nungguin pesanan jadi, tiba-tiba ada yang nyablak “Mbak, saya pesan mie ayam spesialnya dua ya.” “Mbak, tas yang ini berapa?” “Mbak yang ukuran L ada gak?” “Mbak yang ini ada warna apa aja?” Anyeng, membuat kamu memaki dalam hati “emang lu pikir tampang gue kayak pelayan apa” sambil ngeliatin diri kamu sendiri from head to toe. Dan sampai rumah, masih terus ngerasa aneh, bagaimana bisa kamu dianggap seorang pelayan wuahahaha. Ingat, siapapun itu, yang duduk atau berdiri di tempat biasanya para pelayan berdiri bukan berarti seorang pelayan, walaupun terkadang penampilan selalu menipu, entah karena pakaian kamu yang memang mirip pelayan bagi kebanyakan orang, hihihi.
Nah, beberapa kasus diatas adalah peristiwa yang bisa buat canggung versi aku, dimana sebagiannya adalah kejadian nyata atau biasa di namakan “based on true story”tapi bukan “inspiring story” loh. Beberapa kejadian diatas lebih baik jangan ditiru, meski terkadang kejadian konyol seperti itu bisa saja dialami siapapun, atau memang kamu dengan sengaja mencontoh kelakuan-kelakuan diatas hanya untuk merasakan canggung. Haha, tapi lucu juga kalo di bayangin, sensasi canggungnya itu loh yang gak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata, eeaaaaaa.

No comments:

Post a Comment